Keseharian Santri Selama di Pondok Pesantren dan Sekolah Formal
Oleh Editor, 16 Jan 2024
Pondok pesantren (ponpes) merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Ponpes saat ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu umum. Oleh karena itu, santri yang menuntut ilmu di ponpes memiliki kesabaran yang cukup padat.
Setiap pondok pesantren memiliki keseharian santri yang berbeda beda, maka dari itu kami ambil contoh keseharian santri di pondok pesantren Al Masoem. Bagi yang tidak tahu, Al Ma'soem merupakan salah satu pondok pesantren terbaik di Jawa Barat. Terletak di Kabupaten Bandung dan Sumedang, pondok pesantren ini menyajikan pondok pesantren dan sekolah formal. Dimana pilihan bisa diambil orang tua sesuai dengan kebutuhan saja.
Keseharian Santri Selama di Pondok Pesantren dan Sekolah Formal
Keseharian santri di ponpes Al Masoem biasanya dimulai pada pukul 3 pagi untuk para santri yang ingin melaksanakan shalat tahajud dan sahur untuk puasa Senin Kamis. Dan bagi yang tidak ingin melaksanakan tahajud dan shaum mereka biasa dibangunkan dari pukul 3.45. Setelah itu, mereka akan melaksanakan shalat subuh secara berjamaah dan dilanjutkan dengan mengaji Al Quran secara berjamaah.
Santri biasa melaksanakan sarapan dari pukul 5.30 hingga pukul 06.00. Setelah sarapan, mereka akan mengikuti pelajaran umum dari pukul 07.00 untuk SMA dan 07.30 untuk SMP dengan beberapa balutan pembelajaran agama umum seperti pelajaran agama, tahfidz Quran, murottal dan lain sebagainya.
Siswa dan santri diwajibkan pulang pada ba’da ashar dan wajib shalat ashar berjamaah terlebih dahulu. Pada sore hari, siswa fullday akan kembali ke rumah mereka masing masing sedangkan untuk santri akan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, atau keterampilan namun bersifat tidak diwajibkan bahkan jika santri capek dengan kesibukan di siang hari mereka boleh tiduran di kamar atau jika mereka lapar mereka bisa makan di jam sore.
Pada sore menuju malam hari atau setelah shalat magrib. Para santri yang belum makan di sore hari mereka boleh makan di waktu ini. Hingga setelah shalat isya mereka akan kembali belajar kepesantrenan disini Al Masoem menyediakan 3 kelas takhassus yaitu Tahsin, Tahfidz dan Kajian Kitab Kuning. Selain itu juga ada beberapa pelajaran lain seperti Akidah, Akhlak, Fiqih, Tajwid dan lain sebagainya hingga pukul 22.00. Setelah itu, mereka akan beristirahat hingga pagi hari.
Untuk hari Sabtu dan Ahad para santri akan sibuk dengan kegiatan kegiatan seperti Ekstrakurikuler, Olahraga, Kitab Kuning, Kegiatan Dewan Santri dan lain sebagainya. Tapi tidak sepadat yang anda kira tapi cukup untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan kegiatan yang positif sehingga bagi santri secara normal tidak akan merasa lelah dengan padatnya kegiatan tapi juga tidak membuat santri jenuh karena tidak memiliki kegiatan.
Keseharian santri di sekolah formal, seperti SMP dan SMA juga cukup padat. Mereka akan mengikuti pelajaran umum dari pagi hingga sore hari. Setelah itu, mereka dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau belajar mandiri. Ekstrakurikuler sendiri dilaksanakan pada hari Jumat siang setelah shalat jumat.
Perbedaan Sekolah Formal dan Pondok Pesantren
Perbedaan utama antara keseharian santri di ponpes dan sekolah formal adalah pada jam belajar. Santri di ponpes memiliki jam belajar yang lebih lama, karena mereka juga harus mengikuti pelajaran agama. Selain itu, santri di ponpes juga memiliki jadwal yang lebih terstruktur, karena mereka harus mengikuti berbagai kegiatan yang telah ditetapkan oleh ponpes.
Meskipun memiliki kesabaran yang cukup padat, santri di ponpes dan sekolah formal tetap memiliki waktu untuk beristirahat dan bersenang-senang. Mereka biasanya memanfaatkan waktu luang untuk berkumpul dengan teman-teman atau keluarga.
Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh santri dari keseharian yang padat tersebut, yaitu:
Meningkatkan disiplin
Keseharian yang padat dapat melatih santri untuk menjadi pribadi yang disiplin. Mereka harus belajar untuk mengatur waktu dan menyelesaikan berbagai tugas tepat waktu.
Mengembangkan keterampilan
Kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh santri, baik di ponpes maupun sekolah formal, dapat mengembangkan berbagai keterampilan mereka, seperti keterampilan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan bekerja sama.
Meningkatkan wawasan
Kegiatan belajar dan kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu santri untuk meningkatkan wawasan mereka. Mereka dapat belajar tentang berbagai hal, mulai dari ilmu agama, ilmu umum, hingga keterampilan.
Mengembangkan karakter
Kehidupan di ponpes dan sekolah formal dapat membantu santri untuk mengembangkan karakter yang baik, seperti karakter disiplin, karakter bertanggung jawab, dan karakter peduli.
Secara umum, keseharian santri di ponpes dan sekolah formal memiliki manfaat yang positif bagi mereka. Keseharian yang padat dapat membantu mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya